Kursus komputer majalengk - Nggak Suka Bau Durian? Mungkin Kamu Mengalami Hiperosmia
Kursus komputer majalengka
Durian. Foto: Istimewa Durian. Foto: Istimewa
Jakarta - Dalam suatu kabar yang viral, jadwal penerbangan Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta tertunda karena bau durian. Penumpang memprotes awak kabin sampai akhirnya turun dari pesawat. Informasi itu viral lewat unggahan Amir Zidane di Facebook.
Dikutip dari Healthline, dunia medis mengenal hiperosmia yang adalahkepekaan tambahan terhadap sebuah aroma. Ketidaksukaan ini berujung pada kecemasan dan depresi, yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis bau yang tidak disukai ialah parfum, aroma artifisial, dan produk pembersih.
Baca juga: Viral Bau Durian di Pesawat Diprotes, Bagaimana Aturannya?
Sekitar 25-50 persen pengidap hiperosmia merasakan migrain ketika indera penciumannya menjadi lebih peka. Namun ada situasi lain yang dapat mengacu hipersensitivitas hidung. Misal kehamilan, alzheimer, dan penyakit autoimun. Penyebab lain ialah alergi yang merangsang kepekaan hidung.
Kondisi hiperosmia usahakan segera dikonsultasikan dengan dokter bersangkutan. Bila dibiarkan, situasi ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari pengidap. Konsultasi pun memungkinkan pasien tahu penyeban hiperosmia, hingga dapat ditangani lebih lanjut.
Penanganan hiperosmia bergantung dari situasi yang mengakibatkan kepekaan tambahan pada hidung pasien. Dalam sejumlah kasus, hiperosmia diakibatkan daging yang tumbuh dalam jaringan hidung. Operasi dibutuhkan untuk secepatnya menanggulangi gangguan kepekaan hidung.
Jakarta - Dalam suatu kabar yang viral, jadwal penerbangan Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta tertunda karena bau durian. Penumpang memprotes awak kabin sampai akhirnya turun dari pesawat. Informasi itu viral lewat unggahan Amir Zidane di Facebook.
Dikutip dari Healthline, dunia medis mengenal hiperosmia yang adalahkepekaan tambahan terhadap sebuah aroma. Ketidaksukaan ini berujung pada kecemasan dan depresi, yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis bau yang tidak disukai ialah parfum, aroma artifisial, dan produk pembersih.
Baca juga: Viral Bau Durian di Pesawat Diprotes, Bagaimana Aturannya?
Sekitar 25-50 persen pengidap hiperosmia merasakan migrain ketika indera penciumannya menjadi lebih peka. Namun ada situasi lain yang dapat mengacu hipersensitivitas hidung. Misal kehamilan, alzheimer, dan penyakit autoimun. Penyebab lain ialah alergi yang merangsang kepekaan hidung.
Kondisi hiperosmia usahakan segera dikonsultasikan dengan dokter bersangkutan. Bila dibiarkan, situasi ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari pengidap. Konsultasi pun memungkinkan pasien tahu penyeban hiperosmia, hingga dapat ditangani lebih lanjut.
Penanganan hiperosmia bergantung dari situasi yang mengakibatkan kepekaan tambahan pada hidung pasien. Dalam sejumlah kasus, hiperosmia diakibatkan daging yang tumbuh dalam jaringan hidung. Operasi dibutuhkan untuk secepatnya menanggulangi gangguan kepekaan hidung.
Komentar
Posting Komentar